ayam hutan

Ayam Hutan: Jenis, Ciri, Habitat, dan Harganya

Posted on

Ayam hutan merupakan salah satu unggas yang banyak diminati untuk dipelihara. Jenis ayam ini biasanya hidup liar di hutan dan mencari makanannya sendiri. Unggas yang satu ini termasuk langka dan jarang bisa ditemukan di pasaran.

Cara memelihara jenis ayam yang satu ini memiliki sedikit perbedaan dengan ayam pada umumnya. Ayam yang biasa tinggal di hutan ini juga memiliki kelebihan, yaitu usianya lebih panjang. Lalu, apa saja jenis ayam yang biasa tinggal di hutan ini? Simak ulasannya berikut ini.

Beberapa Jenis Ayam Hutan

ayam hutan merah
Image: OKdogi.com

1. Ayam Hutan Abu-abu

Ayam yang satu ini memiliki corak bulu yang sangat indah saat dipandang. Bulu di sekitar dada ayam ini berwarna putih dengan corak abu-abu. Karena inilah nama abu-abu pun disematkan pada julukannya Bulu yang ada di sekitar dada tersebut membuat ayam ini menjadi terlihat lebih besar.

Jenis ayam yang tinggal secara bebas di alam liar ini tergolong sulit untuk ditemukan. Sebab itu Anda harus tahu beberapa hal yang termasuk istimewa dari ayam ini. Sedangkan beberapa hal yang dimaksud tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

* Ciri Khas

Ayam yang biasa tinggal di hutan ini memiliki warna dasar tubuh hitam. Bulunya pada umumnya memiliki ukuran lebih besar. Sementara, kaki ayam ini memiliki warna kemerahan. Bulu ekor ayam ini juga unik, yaitu bentuknya terbilang cukup panjang dan ada sedikit melengkungnya.

* Habitat

Ayam yang memiliki bulu dasar abu-abu ini pada umumnya tinggal di dataran tropis, terutama India. Jenis unggas satu ini biasa tinggal di hutan yang memiliki pohon dan rerumputan tidak lebat. Uniknya lagi, ayam ini dapat memanjat bebatuan yang ada di pegunungan.

* Perkembangbiakan

Jenis ayam yang tinggal di hutan satu ini dapat menghasilkan telur hingga 5 biji dalam sekali proses perkembangbiakan. Sementara, masa pengeraman telurnya hingga menetas memerlukan waktu yang sama seperti ayam jenis lainnya, yaitu selama tiga minggu.

Baca Juga  Badak Bercula Satu: Ciri-Ciri, Habitat dan Makanannya

2. Ayam Hutan Hijau

Gallus Varius merupakan nama ilmiah dari ayam yang satu ini. Ayam ini merupakan salah satu hewan peliharaan sejak zaman nenek moyang. Unggas satu ini memiliki bentuk fisik yang sangat cantik dan unik.

Jenis ayam ini memiliki ukuran berbeda antara jantan dan betina. Ayam jantan memiliki ukuran tubuh lebih besar daripada betina. Sementara, jengger pada ayam yang ini berbentuk bulat dengan warna merah kebiruan.

Bulu sekitar punggung dan leher ayam ini memiliki warna hijau yang terlihat mengkilat. Sedangkan bagian pinggulnya ditutupi bulu berwarna orange dan kuning keemasan dengan ujung meruncing. Ekor ayam tersebut juga berwarna hijau dan hitam yang tampak elegan.

* Habitat

Pada umumnya ayam yang memiliki bulu hijau nan elegan ini hidup di perbukitan dekat pantai, Padang rumput, ataupun di tepi hutan.

Ayam yang satu ini biasa hidup berkelompok, kurang lebih bersama 7 ekor kawannya. Sementara untuk kebutuhan makan, ayam ini akan mencarinya di habitat yang ditempati secara berkelompok pula.

* Ciri Khas

Suara kokok ayam yang satu ini cenderung terdengar unik, yaitu lebih sengau. Di sisi lain, ayam ini juga memiliki kemampuan untuk terbang secara vertikal. Jarak terbang yang bisa ditempuh juga lumayan jauh untuk kategori ayam, yaitu 7 meter.

3. Ayam Sri Lanka

Memasuki daftar yang selanjutnya, yaitu ayam sri Lanka. Jenis ayam yang satu ini memiliki bulu berwarna kuning di sekitar area leher. Sementara, bulu tubuhnya berwarna orange yang tampak menyala dan berkilat.

Sisi indah dari ayam ini adalah bulu ekornya yang berwarna ungu yang membuatnya nampak mempesona. Warna kulit muka dan jengger ayam ini berwarna merah. Struktur bulunya yang indah ini membuat ayam Sri Lanka banyak dikagumi.

* Habitat

Sesuai dengan namanya, unggas ini merupakan ayam nasional di Sri Lanka. Pada umumnya spesies ayam satu ini memakan serangga, biji-bijian, dan buah yang jatuh dari pohon. Biasanya ayam ini tinggal di sarang yang berada di pohon.

Ayam yang memiliki nama ilmiah Gallus Lafayetii ini biasa hidup di kawasan hutan endemik Sri Lanka. Sebab itu, unggas ini biasa disebut sebagai ayam hutan.

Ayam ini disebut ceylon oleh penduduk lokal. Beberapa wilayah Sri Lanka yang menjadi lokasi penyebaran ayam ini adalah Kitulgala, Sinharaja, dan Yala

* Perkembangbiakan

Keunikan dari ayam ini adalah saat betinanya mengerami telur, maka akan dijaga oleh jantannya. Pasangan dalam proses perkembangbiakan antara jantan betina dalam spora ayam ini juga tidak pilih-pilih. Jadi perkembangbiakan biasanya ada di lingkupnya sendiri.

Cara berkembang biak secara berkelompok ini cukup unik. Hal ini mengingat ayam ini biasa hidup di alam liar dan bisa saja menemukan spesies lainnya.

Baca Juga  Burung Cendrawasih: Ciri-Ciri, Habitat dan Jenisnya

4. Ayam Hutan Merah

Spesies ayam hutan merah pada umumnya memiliki ukuran tubuh lebih panjang dan sedang. Corak bulunya mayoritas berwarna kuning keemasan dan hitam. Bulu yang ada di sekitar leher dan punggung ayam ini memiliki bentuk ujung yang meruncing.

Iris mata ayam langka yang satu ini berwarna hijau mengkilat. Sementara jenggernya berwarna merah dengan tampilan bergerigi dan tekstur bergelambir. Ciri khas kaki ayam yang satu ini adalah memiliki warna abu-abu.

Pada ayam betina dan jantan, terdapat perbedaan yang cukup mencolok. Salah satu perbedaan tersebut terletak pada bulu. Ayam jantan memiliki bulu yang lebih pendek dibandingkan dengan yang betina. Begitupun dengan ukuran tubuh, ayam jantan terlihat lebih besar.

* Habitat

Ayam yang satu ini memiliki habitat di iklim tropis. Benua Asia merupakan tempat tinggal spesies ayam ini. Hal ini karena daerah Asia memiliki hutan dataran rendah yang merupakan habitat asli ayam langka tersebut. Salah satu negara yang merupakan habitat asli ayam ini adalah Indonesia.

Di Indonesia sendiri, ayam ini mudah ditemui di hutan daerah Sumatera, Jawa, dan Bali. Biasanya ayam ini hidup secara berkelompok, terdiri dari jantan dan betina. Ayam ini juga mencari makan dengan berkeliaran di hutan untuk mendapatkan biji-bijian, serangga, ataupun dedaunan.

* Perkembangbiakan

Seperti ayam pada umumnya, spesies ini juga berkembang biak dengan bertelur. Warna telur ayam ini biasanya adalah coklat kemerahan. Setiap bertelur, ayam betina bisa menghasilkan hingga 6 butir. Jenis ayam ini banyak diternak oleh masyarakat sekitar.

Harga Ayam Hutan

ayam hutan hijau
Image: okdogi.com

Ayam yang habitatnya di hutan ini merupakan spesies unggas yang banyak diminati untuk dipelihara. Hal ini membuat harga jenis ayam tersebut jauh lebih mahal. Meskipun demikian, banyak peternak ayam yang masih tertarik untuk memelihara spesies ini, sebab sangat unik dan tergolong langka.

Setiap jenis ayam yang hidup secara liar di hutan ini bisa didapatkan dengan harga yang berbeda-beda. Lalu, berapa harga yang harus dibayarkan untuk mendapatkan ayam jenis ini? Berikut daftar harganya untuk Anda.

* Ayam Abu-abu

Jenis ayam satu ini tergolong lebih langka dibandingkan dengan yang lain. Sebab, ayam dengan bulu dominan berwarna abu-abu ini sulit didapatkan di Indonesia. Harga yang harus dibayar untuk bisa mendapatkannya adalah 250.000 hingga 350.000 per ekor.

* Ayam Warna Hijau

Untuk ayam yang satu ini juga dipatok dengan harga 250.000 sampai 350.000. Harga setiap ayamnya berbeda-beda tergantung dengan faktor-faktor tertentu. Harga yang dikeluarkan tersebut sesuai dengan kondisi ayam ini, sebab tampilannya yang cantik.

* Ayam Sri Lanka

Ayam asli Sri Lanka ini dipatok dengan harga setara dengan jenis sebelumnya yang sudah disebutkan. Penyebabnya tak lain adalah karena ayam ini sulit untuk didapatkan di Indonesia.

* Ayam Merah

Spesies ayam yang satu ini tergolong lebih murah dari jenis sebelumnya. Untuk bisa mendapatkannya Anda perlu membayar sekitar 250.000 hingga 300.000. Meskipun sedikit lebih murah, ayam ini tidak kalah cantik dengan jenis sebelumnya.

Faktor Penentu Harga Ayam

ayam hutan hijau

Harga ayam langka ini tidak ditentukan secara sembarangan. Ada beberapa faktor yang menentukan perbedaan harga di setiap ayam ini. Berikut adalah beberapa faktor penentu harga ayam hutan yang wajib untuk Anda ketahui.

* Jenis Ayam

Penentu yang pertama tentu saja adalah jenis ayam. Setiap spesies ayam memiliki keunikan masing-masing. Ini juga membuat harga beberapa ayam ini juga berbeda. Ditambah lagi dengan penampilan fisik setiap jenis ayam yang memiliki karakteristik atau ciri khas tertentu.

Setiap jenis ayam yang hidup liar di hutan ini juga memiliki tingkat kesulitan berbeda-beda pula untuk bisa didapatkan. Semakin sulit untuk didapatkan, maka harganya akan kian melambung tinggi.

* Bulu Ayam

Bulu merupakan hal yang membuat orang terpikat untuk membeli ayam. Semakin cantik bulu ayam tersebut, maka akan semakin memikat perhatian banyak orang dan membuatnya diincar. Apalagi jika dilihat dari fungsi utama unggas ini, yaitu sebagai peliharaan hias.

Susunan dan warna bulu jenis ayam akan menjadi perhatian tersendiri bagi para pembeli. Sebab itu, bulu ayam merupakan salah satu penentu harga yang sangat penting.

* Jenis Kelamin

Ayam jantan pada umumnya dipatok dengan harga yang lebih mahal. Sebab ayam jantan memiliki bulu yang lebih indah dan terlihat gagah. Namun, apabila Anda berniat untuk membudidayakannya, maka perlu juga untuk membeli ayam betina.

Pembudidayaan ini bisa dilakukan di rumah, asal dengan cara yang tepat. Sedangkan jika Anda ingin memelihara ayam jantan hutan untuk dijadikan koleksi saja, maka harus persiapkan budget cukup untuk bisa mendapatkannya.

Baca Juga  Ikan Aligator; Jenis, Karakteristik, dan Makanannya

* Umur Ayam

Usia ayam cukup berpengaruh dalam menentukan harganya. Semakin matang usia ayam, maka harganya pun juga naik. Namun, tetap harus diperhatikan untuk tidak membeli ayam yang berusia terlalu tua.

Sebelum membelinya sebaiknya Anda bertanya terlebih dahulu usia ayam tersebut. Dari berapa lama usia dan harga yang ditawarkan bisa dijadikan perbandingan untuk menentukan pembelian ayam langka ini.

Sudah paham bukan mengenai jenis, habitat, serta harga ayam hutan? Ulasan di atas bisa dijadikan referensi sebelum membeli ayam jenis tersebut. Kini, Anda tidak perlu bingung lagi saat akan membeli ayam yang kini cukup banyak diminati ini.

Memahami jenis, habitat, dan harga spesies ayam tersebut membuat Anda akan lebih bijak dalam menentukan pilihan ayam nantinya. Membeli ayam, baik untuk diternak ataupun sebagai koleksi tetap harus dipertimbangkan dengan baik agar tidak salah pilih dan Anda pun tidak menyesal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *