badak bercula satu

Badak Bercula Satu: Ciri-Ciri, Habitat dan Makanannya

Posted on

Badak Bercula Satu – Keberadaan badak bercula satu telah dikenalkan di dunia pendidikan, rekreasi, maupun konservasi satwa di Indonesia. Kontribusinya dalam menyumbang kekayaan megabiodiversitas Indonesia menjadikan informasi yang berhubungan dengannya menarik untuk diketahui.

Tak hanya ketika hampir punah seperti saat ini, jenis badak tersebut sudah sangat populer sejak dahulu. Berikut ulasan tentang hewan langka badak dengan satu cula tersebut yang dapat dijadikan sumber informasi agar Anda senantiasa termotivasi untuk menjaga kelestariannya.

Sekilas Tentang Badak Bercula Satu 

Ciri Ciri Badak Bercula Satu

Hewan yang dikenal dengan badak jawa ini memiliki banyak hal yang menarik untuk dibahas. Mulai dari keberadaannya sampai faktor penyebab kelangkaan pada populasinya saat ini.

Jenis badak yang memiliki nama latin Rhinoceros sondaicus ini merupakan satu dari lima spesies badak yang masih ada hingga saat ini. Dengan statusnya yang hampir punah, badak tersebut masih bertahan dengan segala upaya yang dilakukan untuk kelestariannya.

Badak jenis ini pernah menjadi salah satu badak di Asia yang paling banyak menyebar. Meskipun kerap disapa badak jawa, bukan berarti ia hanya ditemui di pulau jawa saja. Keberadaannya juga terdeteksi di sepanjang Asia Tenggara, India, hingga Tiongkok.

Dengan kondisinya yang sangat memprihatinkan, badak ini kemudian mendapatkan perhatian lebih dalam program konservasi satwa. Beragam lembaga organisasi seperti WWF maupun organisasi lain mendukung penuh pelestarian badak yang satu ini.

Ciri Ciri Badak Bercula Satu

Ciri Ciri Badak Bercula Satu

Secara morfologi, mudah sekali menemukan ciri-ciri badak bercula satu. Mulai dari ukuran tubuhnya, hewan ini terbilang lebih kecil dari saudaranya, yaitu badak india. Panjang tubuh total dari badak ini hingga kepalanya dapat mencapai 3.1 sampai 3.2 m dengan tinggi mencapai 1.4 sampai 1.7 m.

Jenis badak ini yang sudah dewasa memiliki berat sekitar 900 hingga 2.300 kg. Pada umumnya, ukuran tubuh badak betina lebih besar dari sang jantan. Namun, perbedaan ini tidak berpengaruh signifikan pada daur hidup dan reproduksi badak tersebut.

Jika spesies lain memiliki dua cula, sesuai sebutannya, badak ini hanya memiliki satu cula di kepalanya. Ukuran cula ini juga bervariasi dalam satu spesies. Namun, umumnya adalah sekitar kurang dari 27 cm.

Baca Juga  Jenis Anjing: Cara Perawatan dan Memilih Makanannya

Satu cula yang dimiliki olehnya tersebut memiliki banyak fungsi, khususnya adalah untuk beradaptasi dan mempertahankan diri di habitatnya. Kemampuan badak untuk menumbangkan vegetasi yang ada di habitatnya juga berkat dukungan adanya cula di kepalanya tersebut.

Tak hanya itu, cula ini juga sangat berperan untuk mempertahankan diri dari serangan musuh, maupun mempertahankan teritorialnya.

Secara morfologi, badak ini memiliki bibir yang panjang dan tinggi. Gigi serinya yang panjang dan tajam menjadi alat pertahanan ketika mendapatkan serangan dari hewan lain. Sedangkan gigi gerahamnya berfungsi sangat baik untuk membantu mengunyah dan menghaluskan makanan.

Badak jawa memiliki pendengaran dan penciuman yang tajam. Sayangnya, penglihatan badak ini sangat minim sekali. Sejauh ini, kondisi sistem indera yang demikian dapat membantu hewan ini beradaptasi dengan baik di lingkungannya.

Hewan yang disebut hampir punah ini memiliki kulit berwarna abu-abu sedikit coklat. Ciri khas lain yang terdapat di kulitnya adalah permukaannya yang sedikit berbulu. Dengan pola mozaik di permukaan kulitnya, jenis badak yang satu ini terkesan memiliki perisai.

Habitat Dan Populasi Badak Jawa

Badak Jawa

Sesuai dengan sapaannya, di Indonesia, memang asal badak bercula satu berasal dari Jawa. Namun demikian, dilansir pada salah satu sumber, salah satu staf ahli rhino protecting pernah menyatakan bahwa pada tahun 1937 badak tersebut pernah ditemukan di Tasikmalaya.

Terkait dengan kondisinya yang memprihatinkan, kini badak tersebut hanya dapat ditemui di Taman Nasional Ujung Kulon. Badak ini senang hidup di daerah hutan tropis yang memiliki penutupan tajuk cukup tebal dengan persediaan air yang bagus.

Model habitat yang ditempati, diatur secara khusus sebagai program pemulihan satwa. Maka dari itu, tempat hidup badak tersebut kini ditata sebaik mungkin untuk kenyamanannya. Selain itu program ini juga diharapkan bisa membuatnya agar terhindar dari angka kepunahan.

Baca Juga  Burung Elang: Ciri-ciri, Jenis, Harga dan Makanannya

Dilansir dari data yang dikeluarkan oleh Taman Nasional Ujung Kulon pada tahun 2017, terdapat sekitar 67 ekor badak tersebut yang terdapat di habitatnya saat ini. Populasi badak jenis ini memang semakin menjadi perhatian agar spesies ini tidak punah.

Biasanya badak dengan satu cula ini hidup secara soliter pada habitatnya. Dengan populasi yang ada, kini sekelompok badak tersebut masih suka hidup secara soliter di daerah teritorialnya.

Makanan Badak Jawa

Makanan Badak Jawa

Badak dengan satu cula ini dapat digolongkan ke dalam mamalia vertebrata herbivora. Hal ini dapat terlihat jelas melalui penampakan morfologi pada cula dan struktur mulut dan giginya.

Biasanya, badak sangat menyukai dedaunan, pucuk muda, dan ranting pohon. Pemenuhan kebutuhan makanan badak secara langsung didapatkan di alam. Oleh karena itu morfologi yang dimiliki sangat cocok untuk berhabitat di hutan tropis dengan penutupan tajuk yang tebal.

Daur Hidup Dan Reproduksi Badak Bercula Satu

Daur Hidup Dan Reproduksi Badak Bercula Satu

Beberapa sumber mengatakan bahwa umur badak bercula satu mencapai 35 hingga 45 tahun. Dengan usia yang terbilang cukup lama, tidak lantas menjamin jenis badak ini dapat melakukan daur hidupnya dengan sempurna.

Penelitian tentang reproduksi badak menyatakan bahwa betina mencapai kematangan seksual pada usia 3-4 tahun. Sementara pada jantan, kematangan seksualnya berkisar di usia 6 tahun.

Kemungkinan kehamilan muncul pada periode 16 sampai dengan 19 bulan. Interval kehamilan pada badak ini adalah sekitar 4 sampai 5 tahun. Dengan kelangsungan reproduksi yang demikian, sulit sekali bagi mamalia satu ini mempertahankan keturunannya dalam ancaman perburuan cula secara ilegal.

Faktor Penyebab Kepunahan Badak Bercula Satu

Penyebab Kepunahan Badak Bercula Satu

Seperti yang telah dijelaskan di awal, salah satu jenis badak ini telah dikenal sejak dulu sebelum akhirnya mendapatkan perhatian lebih karena status critically endangerednya. Dengan jumlah populasi sekitar 67 ekor, badak dengan satu cula ini sangat dipertahankan kelangsungan hidupnya.

Beberapa faktor yang menyebabkan populasi badak yang satu ini semakin mendekati kepunahan adalah perburuan cula yang terlalu banyak dieksploitasi manusia. Meskipun hanya organ cula yang diambil, dampaknya bisa fatal bagi badak.

Cula yang diambil dari badak umumnya memiliki nilai jual yang tinggi. Pemanfaatannya dapat digunakan sebagai bahan dasar membuat aksesoris maupun pengobatan herbal dari negeri tiongkok. Selain itu, kulit badak juga banyak dieksploitasi oleh manusia.

Baca Juga  Burung Hantu: Jenis, Makanan dan Cara Merawatnya

Perburuan ilegal sangat rentan menyebabkan tingginya angka kematian yang dialami badak ini. Tak hanya mati karena terbunuh langsung oleh pemburu liar, badak dapat mati akibat infeksi yang mulai muncul akibat pemotongan culanya secara sembarangan.

Angka mortalitas yang lebih tinggi dari angka kelahiran, tentu akan menyebabkan suatu spesies mengalami fase menuju kepunahan. Maraknya perburuan liar ilegal yang terjadi dapat semakin meningkatkan angka kematian ini.

Selain perburuan, faktor lain yang menyebabkan populasi badak yang sudah langka ini kian berkurang adalah rendahnya kemampuan untuk bereproduksi. Dengan tubuhnya yang besar dan masa kehamilan yang cukup lama, sangat sulit sekali mendapatkan bayi badak jika perburuan liar terus berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *