burung elang

Burung Elang: Ciri-ciri, Jenis, Harga dan Makanannya

Posted on

Burung Elang – Jenis burung yang satu ini terkenal dengan kegagahannya. Saat ia terbang melayang di angkasa, sayapnya akan mengepak lebar dengan indahnya.

Sayangnya beberapa jenis burung ini pun mulai mengalami kelangkaan karena proses kembangbiaknya yang butuh waktu cukup lama dan juga adanya perburuan liar.

Ciri-ciri dan Keunikan Burung Elang

ciri ciri burung elang

Burung Elang sangat istimewa dikarenakan ciri-ciri dan keunikan yang dimilikinya, sebagai berikut:

1. Memiliki Paruh yang Kuat

Sebagai burung berjenis predator, paruh adalah salah satu bagian tubuh penting baginya. Paruh elang berukuran panjang, tapi tak bergigi. Bentuknya melengkung, kokoh dan kuat sehingga mudah dalam perburuan mangsa.

2. Berkembang Biak dengan Bertelur

Sama halnya dengan hewan unggas lainnya, burung elang pun bertelur untuk meneruskan keturunannya. Meski terkenal sebagai hewan yang gagah dan kuat, namun untuk urusan perkembangbiakan, hewan ini terbilang sangat sulit untuk mendapat keturunan.

Dalam setahun burung elang hanya bertelur 1 kali. Bahkan bila situasi dan kondisi tak memungkinkan, bisa jadi dalam setahun tidak ada proses bertelur sama sekali. Proses pengeraman pun juga berlangsung lebih lama dibandingkan burung lainnya, sekitar 40-50 harian. Jumlah telur yang dierami pun tak banyak.

Maka tak heran jika elang sangat hati-hati menjaga telur-telurnya. Mereka mempersiapkan cangkang yang keras untuk melindungi sarangnya, sehingga anak-anaknya akan aman hingga saatnya bisa terbang.

3. Hewan Predator

Burung gagah ini masuk dalam kategori hewan predator. Berikut ini beberapa hewan yang menjadi buruan elang; ayam, ikan, ikan dan beberapa hewan kecil lainnya.

4. Kaki yang Kokoh

Untuk menguatkan kemampuannya sebagai predator, elang juga dibekali kaki yang kokoh. Pada kakinya terdapat kuku-kuku yang tajam dan melengkung. Berfungsi untuk mencengkram masa dalam sekali tangkap dengan mudah.

5. Penglihatan Tajam

Elang biasa terbang pada posisi tinggi, namun ia hampir tak pernah gagal menangkap mangsanya. Hal ini terbantu karena memiliki indera penglihatan yang tajam. Konon ketajaman penglihatannya ini delapan kali dari penglihatan manusia. Kemampuan melihatnya juga akan semakin tajam ketika ia terbang mencapai ketinggian 100 kaki.

6. Sistem Pernapasan yang Baik

Burung elang sangat jago mengatur napas. Sebelum melaju untuk terbang, ia sudah menyiapkan diri oksigen sebaik dan sebanyak mungkin. Saat terbang, ia tak khawatir kehabisan oksigen.

7. Organ Jantung Serupa Manusia

Organ jantung burung Elang mirip dengan yang dimiliki manusia, yaitu terdiri dari 4 ruang bilik; atrikum kanan kiri dan ventrikel kanan kini.

8. Kecepatan Terbang Super

Burung ini sangat terkenal dengan kecepatan terbangnya yang relatif tinggi. Apalagi, ketika sedang memburu mangsanya rata-rata memiliki kecepatan 300 kilometer per jam. Dengan kecepatan yang super ini elang bisa berpindah antar negara loh. Sungguh mengagumkan ya.

Baca Juga  Ikan Komet: Ciri-ciri, Makanan, dan Cara Merawatnya

9. Masa Hidup yang Panjang

Burung yang ditakuti hampir semua hewan lainnya ini, terutama hewan-hewan kecil, bisa hidup hingga usia 70 tahun. Sama halnya dengan manusia, memasuki usia ke-40, burung ini mulai kehilangan kemampuannya.

Bulu-bulu mulai rontok, paruhnya juga membengkok ke bawah bahkan sampai menyentuh dada. Sayap juga mulai susah digerakkan, mangsa pun banyak yang lepas. Saat itu tiba, elang mulai memangsa apapun yang dekat dan mudah didapatnya.

10. Dapat Bertransformasi

Burung elang ini bisa dikatakan sangat sakti. Bagaimana tidak? Ia bahkan mampu bertransformasi untuk menghindari kematian. Layaknya rahib yang bertapa, burung elang pun menyepi di wilayah pegunungan dan bersarang di sana selama kurang lebih 150 hari.

Selama waktu yang panjang itu, burung elang melalui proses yang sangat tak mudah. Bahkan ia mematahkan paruhnya sendiri, mencabut bulu-bulu dan cakarnya hingga nanti tumbuh kembali. Terdengar sangat mengerikan ya? Namun setelah proses ini terlalui, burung elang akan kembali kuat dan siap menghadapi hidup kembali.

Jenis-jenis Burung Elang

burung elang jawa

Setelah mengetahui ciri-ciri dan keunikan burung yang gagah dan kuat ini. Berikut ini daftar 6 burung Elang terbesar di dunia dan 2 burung elang yang banyak dicari di Indonesia.

1. Elang Harpy

Harpy adalah salah satu jenis elang dengan ukuran terbesar. Bahkan saat fotonya tersebar di twitter beberapa lalu banyak yang tak percaya jika itu adalah elang betulan. Banyak yang berpikir bahwa itu adalah orang berkostum elang.

Ukuran tinggi elang Harpy berkisar antara 90-100 cm dengan berat yang bisa mencapai angka 9 kg. Lebar sayapnya saat membentang bisa sampai 2.24 meter. Ukurannya yang besar membuat elang ini tak bisa terbang jauh. Warna bulunya abu-abu gelap dengan bagian bawah putih.

Pada bagian lehernya ada garis hitam yang melingkar dan juga di bagian mahkota kepalanya. Elang Harpy ada dua jenis; The American dan The Papuan. Bedanya hanya bulu di kepala Papuan jauh lebih lebar daripada The American.

Elang Harpy suka memangsa mamalia yang berhabitat di pohon seperti monyet. Selain itu ia juga suka memangsa burung-burung yang lebih kecil serta reptil seperti iguana. Elang ini termasuk satwa langka. Populasinya saat ini kurang lebih 50 ribu di seluruh dunia.

Usia elang harpy bisa mencapai 25 – 35 tahun. Kita bisa menemukan elang raksasa ini di wilayah Amerika Selatan, Suriname, Guyana Prancis, Kolombia, Venezuela, Bolivia, Paraguay, Perú, dan juga timur laut Argentina.

Di wilayah Meksiko dan Amerika Tengah, Harpy juga bisa ditemukan walau jumlahnya tak banyak. Sama halnya Bald Eagle yang menjadi simbol Amerika Serikat dan Elang Jawa menjadi inspirasi bagi Garuda-nya Indonesia, Harpy juga dinobatkan sebagai burung nasional Republik Panama.

2. Verreaux Eagle

Sering disebut dengan elang hitam alias black eagle. Banyak ditemukan di wilayah pegunungan di sekitar Afrika Selatan, Afrika Barat, Semenanjung Arab dan bagian selatan Timur Tengah. Jenis elang terkuat di dunia ini berukuran panjang yang bisa mencapai 96 cm. Berat tubuhnya bisa mencapai 4 kilogram, bahkan lebih.

3. Martial Eagle

Ukuran panjangnya hampir sama dengan Verreaux Eagle, namun beratnya bisa mencapai 6 kilogram. Sayapnya sangat lebar, bisa mencapai 3 meter. Bayangkan saja bagaimana jika membentang di angkasa, pasti sangat indah dan gagah.

Namun sebagaimana makhluk lainnya, ia pun punya kekurangan. Ekornya pendek. Seakan kurang pas dengan ukuran tubuhnya yang bongsor. Elang ini bisa ditemukan di Gurun Sahara dan wilayah Afrika.

4. African Crowned Eagle

Salah satu elang terbesar di dunia ini memiliki ukuran panjang yang bisa mencapai 90 cm. Cakarnya sangat kokoh dan kuat. Mangsanya seperti monyet, kadal, dan hewan-hewan yang lebih kecil darinya bisa langsung hancur sekali terkam.

5. Bald Eagle

Salah satu elang yang terkenal di dunia. Selain karena fisiknya yang gagah dan besar, juga karena ia digunakan sebagai lambang negara Amerika.

Panjang elang ini bisa mencapai 100 cm, lebarnya bisa sampai 2,5 meter dan beratnya bisa menembus angka 6 kg. Ingin melihatnya secara langsung, berkunjunglah ke Amerika bagian utara, Alaska ataupun Kanada.

6. Golden Eagle

Elang terkuat di dunia yang terakhir ini juga punya berat yang bisa mencapai hingga angka 6 kg. Punya kaki dan cakar yang besar dan super kuat. Ia juga sangat lincah menangkap mangsa-mangsanya, seperti marmut dan kelinci.

Dua elang berikut ini adalah jenis elang yang bisa ditemukan di Indonesia dan banyak dicari oleh para kolektor.

7. Burung Elang Jawa

Elang Jawa termasuk jenis burung langka di Pulau Jawa. Selain karena habitatnya yang mulai terbatas, proses perkembangbiakannya yang lambat juga menjadi penyebab berkurangnya populasi elang ini. Adanya perburuan liar pada anakan Elang Jawa juga semakin membuat jumlahnya kian menipis. Bahkan sekarang ini jumlahnya mungkin tak lebih dari 200.

Padahal jenis elang ini sangat berarti bagi negara kita. Lambang negara tercinta, Burung Garuda, terinspirasi dari kegagahan spesies elang yang satu ini. Konon katanya di zaman perjuangan, burung ini banyak ditemui di hutan-hutan pulau Jawa.

Pada 1950 saat ada sayembara membuat lambang negara, desain dari Sultan Hamid II terpilih sebagai pemenang.

Oleh Presiden Soekarno, ditambahkan jambul pada gambar tersebut untuk membedakannya dengan Bald Eagle, lambang negara Amerika Serikat. Jambul sendiri merupakan salah satu ciri khas dari Elang Jawa.

Jambul di kepala Elang Jawa berukuran kurang lebih 12 cm. Ukuran tubuhnya relatif sedang, di antara 56-70 cm dengan rentangan sayap hingga 110 – 130 cm. Suaranya nyaring dan khas. Memiliki nama ilmiah Spizaetus Bartelsi. Warna bulunya kecoklatan.

Habitatnya berada di hutan primer serta wilayah peralihan di antara pegunungan dan dataran rendah. Ia lebih suka berada di pohon-pohon tinggi agar bisa mengawasi calon mangsanya, seperti burung-burung berukuran kecil, tupai, musang dan juga anak monyet.

8. Elang Bido

Sebenarnya nama panjang dari jenis elang ini yaitu elang ular bido. Dinamakan elang ular karena ia kebal terhadap bisa ular. Memiliki suara yang sangat khas dan lebih berisik dibanding jenis elang lainnya.

Elang ini cukup banyak dicari oleh kolektor karena bentuknya yang khas. Memiliki bulu berwarna hitam dengan garis putih di ujung belakang sayap. Saat si burung terbang, tanda ini akan nampak seperti garis tebal.

Ciri khas lainnya yaitu memiliki sayap yang menekuk ke bagian depan mirip seperti Elang Jawa. Selain itu sayapnya juga membentuk huruf C terlihat seperti busur.

Pada bagian mata hingga paruh, elang bido tak punya bulu. Hanya terlihat kulitnya yang berwarna kuning. Elang bido dewasa, warnanya akan sedikit berubah. Pada bagian tubuh bagian atas warnanya coklat abu-abu gelap, sementara itu bagian tubuh bagian bawahnya hanya berwarna coklat.

Di bagian perut, sisi tubuh dan sekitar lambung memiliki bintik-bintik putih. Pada ekornya bisa terlihat garis abu-abu lebar. Elang Bido ras Kalimantan memiliki warna yang lebih pucat.

Elang Bido juga sama dengan elang Jawa yang memiliki jambul. Ukurannya pendek dan lebar, warnanya hitam dan putih. Ukuran tubuhnya sedang, panjangnya kurang lebih 50 cm. Ekornya pendek, sayapnya cukup lebar dan berbentuk membulat.

Burung elang ini memiliki banyak ras yang bisa kita temui di banyak wilayah, antara lain Cina bagian selatan, India, Asia Tenggara, Sunda Besar dan Palawan. Di Indonesia, Elang Bido banyak ditemui di seluruh Sunda Besar.

Habitatnya yaitu di daerah berhutan dan dataran tinggi dan ketinggian hingga 1.900 m. Burung pemangsa ini suka memakan berbagai macam hewan hewan kecil seperti tikus, burung kecil dan masih banyak lagi. Sayangnya elang ini juga mulai terancam punah karena perburuan liar terhadapnya.

Sebenarnya di Indonesia sendiri setidaknya ada dua puluh satu jenis burung Elang yang secara resmi sudah diakui keberadaannya, namun yang paling terkenal memang Elang Jawa dan Elang Bido.

Jenis-jenis burung Elang lainnya yang bisa ditemukan di Indonesia yaitu Elang Hitam, Elang Brontok, Elang Buteo, Elang Gunung, Elang Wallace, Elang Flores, Elang Sulawesi, Elang Bondol, Elang Laut Perut Putih, Elang Ikan Kepala Abu, Elang Ikan kecil, Elang Tikus, Elang Perut Karat, Elang Paria, Elang Emas, Rajawali Kuskus dan Rajawali Tutul.

Kisaran Harga Burung Elang

Harga Burung Elang

Burung Elang banyak diperjualbelikan karena kegagahannya. Harganya pun terbilang cukup mahal, namun tidak menutup keinginan banyak orang untuk menjadi kolektor burung ini. Berikut ini daftar harga burung Elang yang beredar di masyarakat:

* Elang Jawa biasanya dijual di pasaran dengan kisaran harga antara Rp 500.000 rupiah sampai Rp 750.000.

* Elang Bondol dipatok dengan harga yang lebih tinggi daripada elang Jawa yaitu Rp 550.000 sampai dengan Rp 900.000.

* Elang Anakan alias elang yang masih belum dewasa dipatok harga berkisar Rp 250.000. Harga yang paling mahal bisa mencapai Rp 500.000.

* Elang Bido yang saat ini banyak diincar oleh para kolektor burung dihargai mulai Elang yang Rp 400.000 sampai Rp 700.000.

* Elang Putih adalah jenis elang yang termahal. Seekor burung jenis ini bisa mencapai harga Rp 1.000.000.

* Elang Hitam yang kokoh dan gagah dengan bulu berwarna hitam di seluruh tubuhnya ini juga mampu membuat para kolektor merogoh kocek cukup dalam. Harganya berkisar Rp 500.000 sampai Rp 750.000.

* Elang Laut juga harganya tak banyak berbeda dengan jenis lainnya. Bisa didapatkan mulai dari Rp 500.000.

Namun tak semua elang bisa dipelihara, karena beberapa jenis telah masuk sebagai hewan langka. Oleh karena itu pastikan terlebih dahulu perizinannya. Sebaiknya jangan membelinya secara ilegal karena bisa dikenai hukuman yang berlaku.

Tips Merawat Burung Elang

Tips Merawat Burung Elang

Dari keunikan-keunikan yang dimiliki oleh elang, tak heran jika banyak pecinta burung yang menyukai dan ingin memelihara burung jenis ini.

Meskipun burung elang memiliki banyak kelebihan, burung ini juga membutuhkan perawatan khusus agar bisa hidup dengan sehat. Jika ingin memelihara elang, maka kita harus benar-benar memperhatikan makanannya, tempat hidupnya, dan juga nutrisi tambahan yang dibutuhkannya. Mau tahu cara merawat elang yang terbaik? Silahkan simak tips-tips berikut ini :

1. Tempat Tinggal

Burung elang harus dipelihara dengan cara berbeda dengan burung lainnya. Burung jenis ini biasa hidup di alam bebas, jika kita kandangkan dia di sebuah sangkar, elang akan mudah merasa jenuh dan stress.

Tempat ternyaman untuk elang yaitu dengan membiarkannya di alam terbuka, siapkan tangkringan agar dia bisa bertengger. Agar tak lepas, kita bisa mengikat salah satu kakinya. Saat ia sudah merasa nyaman dengan tempat yang kita siapkan, elang akan lebih mudah dijinakkan.

2. Pakan

Seperti yang kita ketahui bahwa elang merupakan jenis hewan predator dan pemakan daging. Ia sangat menyukai daging ayam, kelinci, kambing dan jenis daging lainnya. Biaya pakan bisa sangat tinggi jika kita tak pandai mengakalinya. Cukup berikan daging-dagingan per dua hari sekali.

Kombinasikan juga dengan pemberian makanan jenis lain, seperti lele, tikus, burung pipit atau burung gereja, dan jenis serangga seperti kecoa, cacing dan jangkrik. Sesuaikan porsinya. Jumlahnya harus setara dengan jumlah takaran daging yang biasa kita berikan kepada si elang.

Belajar dari Burung Elang

cara merawat burung elang

Selain mengenal jenis-jenisnya, habitat, harga dan cara merawatnya, ternyata kita pun bisa belajar kehidupan dari sosok burung yang gagah dan kuat ini. Ada banyak cara hidup elang yang mampu kita jadikan pelajaran dalam menjalani kehidupan, apa sajakah itu?

1. Fokus

Elang adalah tipe hewan yang sangat fokus. Ketika ia sedang mengincar dan membidik mangsa, ia akan mengawasinya dengan tajam dan tak kan dibiarkan lepas. Dari sini kita bisa belajar untuk menetapkan tujuan dan harus berusaha sekuat tenaga untuk mencapai tujuan tersebut tanpa mengenal lelah.

2. Memperbaiki Kualitas Diri

Masih ingat dengan salah satu ciri khas burung elang yang bisa bertransformasi ketika kekuatan tubuhnya mulai berkurang dengan cara menyepi dulu di pegunungan? Elang tahu bagaimana caranya memperbaiki kualitas dirinya. Dari sini kita bisa belajar bahwa dalam hidup harus senantiasa beranjak lebih baik setiap harinya. Berkembang itu tanda kita terus belajar dan tidak diam di tempat saja.

Elang juga mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang tak cepat puas, karena di atas langit masih ada langit. Kita juga harus pintar beradaptasi dengan segala kondisi yang ada di hadapan kita, sebagaimana elang yang siap terbang dari satu tempat ke tempat lainnya.

3. Berkepala Dingin

Tak banyak yang tahu kalau burung elang ini memiliki kebiasaan yang cukup unik. Berbeda dengan burung lain yang pasti akan menghindari badai, elang justru sangat menikmati badai. Alasannya karena saat terjadi badai, angin berhembus lebih kencang dan di saat seperti itu elang bisa beristirahat untuk tak membentangkan sayapnya barang sebentar.

Dari sini tahukah apa yang bisa kita pelajari? Bahwa sebagai manusia kita harus siap dengan segala masalah yang terjadi dalam hidup. Masalah hadir bukan untuk dihindari, tapi dirangkul dan temukan solusinya. Saat ada masalah, sebaiknya kita bersikap tenang agar bisa menemukan solusi dengan tepat.

Tak perlu tergesa-gesa mengambil keputusan, apalagi saat dalam kondisi marah. Jangan lupa pula untuk selalu bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap masalah yang ada.

4. Mandiri

Pernah melihat sekelompok burung yang terbang bersama-sama? Pastinya itu bukanlah sekelompok elang, karena elang menyukai kesendirian. Dari sini kita belajar tentang belajar mandiri. Bahwa benar manusia adalah makhluk sosial, namun bukan berarti kita harus senantiasa bergantung pada orang lain.

Kita harus berusaha untuk mengerjakan hal-hal yang bisa kita lakukan sendiri, dan meminta bantuan di saat yang tepat, tidak melulu menunggu dan berharap bantuan orang lain. Dari burung elang kita juga bisa belajar bahwasanya kesendirian bisa dijalani dengan nikmat ketika tahu caranya.

5. Setia

Setia bukan hanya milik merpati, karena elang juga simbol dari kesetiaan. Elang hanya setiap pada satu pasangan. Bald Eagle yang menjadi simbol Amerika Serikat dan Elang Jawa yang menjadi inspirasi lambang negara kita adalah contoh elang bertipe setia

Mereka hanya memiliki satu pasangan dan setia menanti hingga telur-telurnya menetas menjadi anak-anak. Bahkan proses bertelur dan pengeraman pun butuh waktu yang tak sebentar. Dari sinilah kita belajar untuk tak kalah setia dengan binatang. Jika hewan saja bisa sesetia ini, masa manusia kalah?

6. Keluar Zona Nyaman

Elang adalah burung yang sangat jago mengepakkan sayapnya. Sejak masih anakan, sang induk telah mengajarkan untuk pergi dari sarang dan belajar terbang.

Sang induk tidak mau anaknya berleha-leha dan terbiasa dengan kenyamanan yang ada. Bahkan induk elang sudah mulai mengajari anaknya terbang sejak usia 2-3 bulan. Sesekali mereka masih merasa takut jatuh, namun induk elang terus memotivasi anak-anaknya.

Hal ini membuat kita belajar bahwa penting untuk berani keluar dari zona nyaman dan mencoba hal-hal baru selagi baik untuk kehidupan kita. Selain itu elang juga mengajarkan kepada kita ketika telah menjadi orangtua maka harus mampu memberikan dukungan kepada anaknya untuk berani menjalani hidup yang dicita-citakan, bukan malah membuat anak merasa takut dan terkungkung dengan fasilitas yang diberikan.

Demikianlah informasi terkait burung elang. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi pembaca Jendela Hewan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *