burung tledekan
Image: gogoleak.wordpress.com

Burung Tledekan : Karakter, Jenis dan Cara Merawatnya

Posted on

Burung Tledekan – Sepanjang tahun 2000 burung sulingan atau yang lebih dikenal dengan tledekan adalah jenis yang paling merajai arena lomba burung berkicau. Meskipun saat ini sudah mulai tersingkir dari jenis burung lainnya, masih cukup banyak peminatnya.

Burung tledekan tak hanya digemari karena kicauannya yang merdu. Warna burung yang sangat unik membuatnya tak kalah menarik dengan lovebird atau burung lain yang berwarna-warni.

Burung ini termasuk dalam keluarga flycatcher yang tidak hanya ditemukan di Indonesia saja. Persebarannya lebih luas yakni Asia sedangkan Indonesia memiliki beberapa diantaranya.

Seperti apakah karakter burung, habitat hingga harga burung tledekan? Temukan semua info lengkapnya di sini.

Karakter dan Habitat Burung Tledekan

tledekan gunung

Nama dari burung sulingan atau tledekan adalah penyebutan secara umum. Masyarakat di beberapa daerah menyebutnya dengan istilah lain seperti anis bambu, cacing awi atau langa-longo.

Apabila dilihat dari bentuk tubuhnya mirip dengan ciblek. namun perbedaan sangat kentara dari segi suara dan gaya bertarung. Ciri fisiknya secara umum adalah memiliki panjang sekitar 9 sampai 20 cm.

Burung jantan dan betina memiliki ciri berbeda. Tledekan jantan memiliki warna biru cerah di bagian kepala depan dan di belakang berwarna biru tua. Warna di sekitar mata dan juga jakun adalah hitam.

Selain itu ia juga memiliki warna jeruk di bagian perut dan tampak bersih. Sedangkan tledekan betina memiliki bulu dengan warna coklat zaitun dan perutnya coklat muda. Warna coklat lebih cerah bahkan cenderung putih dimiliki tledekan yang masih muda.

Kemampuannya dalam menirukan kicauan burung yang tinggal di sekitarnya menjadikannya terkenal. Ia adalah burung yang sangat cerdas karena kemampuan memainkan irama dengan sangat baik.

Kicauannya akan semakin nyaring terdengar jika dilatih dengan tepat. Karena kemampuan yang dimilikinya inilah harga burung tledekan tidak murah. Apalagi ketika sedang naik daun dan sering menjuarai lomba.

Di alam liar, tledekan berkicau untuk menciptakan tanda wilayah serta menarik tledekan betina di musim kawin. Siulannya memiliki tiga hingga empat kombinasi yang sederhana sehingga enak didengarkan.

Bentuknya yang kecil bukan berarti burung ini tidak suka bertarung. Tledekan juga menjadi burung petarung seperti burung berukuran kecil lainnya yaitu kacer, murai batu dan ciblek.

Tempat tinggal tledekan berada di atas ketinggian 5.000 hingga 35.000 dari permukaan air laut. Jika dipetakan maka hutan tropis, hutan lebat dan hutan sub tropis adalah tempat tinggal mereka.

Baca Juga  Cara Master Kacer agar Suara Cepat Gacor dan Siap Lomba

Sarang yang dibuat menggunakan bahan-bahan seperti lumut serta serabut yang bentuknya mirip piala. Mereka akan membangun sarang di batang pohon, batuan berlumut hingga pohon membusuk yang memiliki rongga.

Kemampuan kicauan serta jenis habitatnya membuat burung ini sangat sulit ditemukan. Jadi tak heran apabila di pasaran harganya sangat mahal. Makanan yang dibutuhkan tledekan secara umum adalah serangga kecil hingga buah-buahan.

Bagi burung yang membuat sarang di pohon bambu, mereka akan mengkonsumsi ulat bambu. Pada saat masuk musim kawin, tledekan jantan akan berkicau untuk menarik perhatian lawan jenisnya.

Selain berkicau burung juga akan mengepakkan sayap dan ekor agar tampak gagah sehingga betina mau mendekat. Gerakan tubuhnya yang indah akan menarik perhatian betina pada saat musim kawin.

Persebaran burung ini di Asia adalah Indonesia, India, Nepal, Thailand Kamboja. Sangat mudah mengenali burung tledekan karena warnanya sangat khas dan memiliki gaya ngobra agresif.

Jenis-Jenis Burung Tledekan dan Harganya

Jenis-Jenis Burung Tledekan
Image: gogoleak.wordpress.com

Seperti yang tadi telah dijelaskan bahwa burung sulingan memiliki banyak jenis yang tersebar di Asia. Indonesia yang menjadi salah satu habitat cukup besar dengan hutan tropisnya menjadi rumah bagi beberapa jenis tledekan.

Karena alasan inilah yang membuat burung sulingan masih cukup mudah untuk didapatkan. Berikut ini beberapa jenis yang terkenal dan terdapat di Indonesia.

1. Tledekan Gunung

Burung sulingan gunung oleh masyarakat setempat disebut dengan Sikatan Cacing yang termasuk genus Cyornis. Banyak ditemukan di Kalimantan dan Jawa. Keunikan yang dimiliki jenis ini adalah suara kicauannya tidak cepat tetapi pelan dan mendayu-dayu.

Tampilan atau warna burung tledekan gunung pun sangat menarik perhatian. Untuk burung jantan memiliki warna bulunya pada bagian kepala adalah hitam dan biru gelap ketika terkena sinar. Warna ini panjang hingga ekor.

Sedangkan untuk tledekan betinanya memiliki warna yang lebih mencolok yakni kuning abu-abu. Perbedaannya hanya bisa dilihat dari warna mengingat antara jantan dan betina memiliki ukuran tubuh yang sama.

Sebutan lain dari jenis ini juga tledekan bambu, karena di gunung mereka sering bersembunyi di antara pohon bambu. Lebih mudah didapatkan dan kicauan merdunya harga dari jenis ini dibanderol dari 50 ribu hingga 200 ribu rupiah.

2. Tledekan Laut

Suara yang dimiliki sulingan laut cukup berbeda dan biasanya tidak pilih untuk lomba. Mereka memiliki suara yang tidak mendayu-dayu melainkan keras. Sekilas memang tidak terlihat istimewa jika dibandingkan dari segi suara.

Namun burung ini memiliki keindahan dari segi warna bulunya. Tledekan laut memiliki warna bulu yang biru mengkilap dan warna hitam terdapat pada bagian leher serat muka. Warna ini terlihat sangat indah seperti laut.

Tledekan betinanya memiliki warna coklat dengan sedikit abu-abu. Pada bagian dada dan juga perut warnanya lebih cerah yaitu putih. Jenis ini disebut laut karena habitatnya di sepanjang laut hingga hutan bakau.

Burung ini paling banyak ditemukan di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Karimunjawa. Merupakan genus Cyanoptila, yang harganya di pasaran sekitar 50 ribu rupiah hingga 150 ribu.

3. Tledekan Bakau

Disebut juga sebagai SIkatan Gunung Kalimantan karena kebanyakan ditemukan di pulau Kalimantan. Selain Kalimantan, sulingan bakau banyak juga ditemukan di Karimunjawa, Sumatera dan Sulawesi.

Berbeda dengan dua jenis lainnya, burung tledekan bakau betina memiliki warna yang justru lebih pucat. Ciri khas burung betina juga terdapat pada paruh bagian atas yang terlihat seperti huruf V. Bagian bawah dagu burung memiliki warna kuning.

Baik jantan dan betina, memiliki warna yang mirip sehingga tak banyak yang bisa membedakannya. Karena perbedaan hanya terdapat pada tingkat terang warna bulu. Pada bagian punggung, keduanya memiliki warna biru gelap.

Harga tledekan bakau di pasaran lebih tinggi dibandingkan sulingan laut yaitu sampai 300 ribu rupiah.

Baca Juga  Cermati Ini 10 Ciri Murai Medan Asli Supaya Tak Salah Beli

4. Tledekan Biru

Nama lain jenis ini adalah Selendang Biru atau Sikatan Biru Muda dan terdiri dari dua jenis yaitu Ninon dan SIkatan Biru Muda. Keduanya banyak ditemukan di Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Disebut sebagai selendang biru karena warna bulunya yang biru. Termasuk dalam genus Eumyias.

Tledekan selendang biru jantan memiliki ciri warna biru sedikit tua di bagian punggung. Sedangkan warna di bagian dada dan tenggorokan biru terang sedikit putih. Warna yang lebih beragam dimiliki oleh betinanya.

Tledekan selendang biru betina memiliki warna pada bagian punggung coklat abu-abu. Sedangkan bagian ekornya kemerahan dan coklat. Di bagian lingkar mata juga terdapat warna kuning kecoklatan sebagai pembeda dengan yang jantan.

Jenis ini yang paling terkenal dan juga memiliki suara indah, oleh karena itu harganya pun cukup tinggi dari 50 ribu rupiah untuk anakan hingga dewasa sampai 300 ribu.

5. Tledekan Kembang

Di antara semua jenis tledekan, sulingan kembang adalah jenis yang ukurannya paling kecil. Bentuk paruh dan ekornya sangat pendek dan warnanya paling beda. Pada bagian atas tubuhnya warna hitam menyelimuti dan terdapat warna putih hanya di sayap.

Warnanya ini lebih mirip pada burung kacer dan decu sehingga seringkali banyak orang yang salah memilih. Perpaduan warnanya yang indah inilah membuat burung ini disebut sebagai tledekan kembang.

Sesuai dengan usia burung harga di pasaran pun berbeda, hingga burung dewasa dibutuhkan uang sebesar 250 ribu agar dapat memilikinya.

6. Tledekan Jati

Disebut sebagai tledekan jati karena burung ini paling banyak ditemukan di hutan jati. Jenis ini cukup sering diikutsertakan dalam lomba karena suaranya yang gacor yaitu keras dan cepat. Cukup berbeda dengan tledekan bambu yang suaranya lebih berirama lambat.

Burung ini memiliki warna bulu hitam kebiru-biruan pada bagian kepala, punggung hingga ekor. Sedangkan bagian bawah dari tenggorokan hingga perut berwarna kuning.

Cukup mudah ditemukan dan banyak dipelihara, harga jenis tledekan ini masih terjangkau antara 50 ribu hingga 200 ribu sesuai dengan usianya.

Cara Merawat Burung Tledekan dengan Benar

tledekan bakau
Image: Pengicau.net

Perawatan adalah kunci agar burung tetap sehat dan suaranya gacor saat mengikuti lomba. Apalagi jika merawat burung dari usia anakan hingga dewasa pasti akan lebih dekat dengan sifatnya.

Ada beberapa persiapan hingga perawatan yang harus diikuti dan dilakukan secara rutin sebagai berikut :

1. Menyiapkan sangkar

Persiapan yang pertama kali dilakukan adalah sangkar. Perlu sangkar yang berukuran 30cmx30cm dan tinggi 50 cm. Ukuran ini standar agar burung lebih leluasa bergerak.

Di dalam sangkar perlu disediakan tempat makan dan minum dari bahan mika atau porselen. Jangan lupa juga lengkapi sangkar dengan tempat bertengger. Pastikan ukurannya cukup besar agar cakar depan dan belakang burung tidak saling bertemu.

2. Menjaga sangkar tetap bersih

Kebersihan sangkar harus tetap dijaga, setidaknya dua hari sekali sangkar dibersihkan. Pindahkan burung ke sangkar sementara kemudian sikat sangkar dari kotoran dan debu. Kembalikan burung jika sangkar sudah kering dan bersih.

3. Menjemur burung

Burung harus rutin dijemur dengan matahari pagi setidaknya 2 jam dari pukul 7 sampai 10. Penjemuran dilakukan agar burung tidak terkena jamur atau semut bahkan kutu.

Sinar matahari pagi mengandung vitamin D yang bagus untuk kesehatan burung. Pada saat menjemur sesekali tengok burung untuk memastikan bahwa mereka tidak terlalu panas.

Apabila burung sudah merasa panas, mereka akan membuka mulut dan terlihat gelisah. Sebelum dijemur, angin-anginkan terlebih dahulu burung setelah dilepas kerodongnya supaya mereka dapat merasakan kesejukan angin.

Baca Juga  Mudah, Ini 15 Perbedaan Kenari Jantan dan Betina

4. Memandikan burung

Tak hanya menjemur, memandikan juga menjadi rutinitas yang perlu dilakukan. Untuk memandikannya bisa disemprot dengan tekanan air yang rendah atau di karamba.

Waktu yang tepat untuk memandikan adalah pagi hari sebelum mereka dijemur. Memandikan bisa dilakukan beberapa hari sekali saja agar mereka tetap terasa segar dan bersih.

5. Mengajak bermain

Tledekan adalah burung yang sangat mudah stress, oleh karena itu saat menjemur sebaiknya dijauhkan dengan burung lainnya. Selain itu sering-seringlah mengajak mereka bermain di sore hari.

Cara bermainnya pun cukup dengan memperdengarkan siulan supaya ditirukan. Jika sudah terbiasa maka mereka bisa mulai pemasteran dengan memperdengarkan suara burung lainnya.

6. Memilih jenis pakan yang tepat

Pakan akan menentukan kesehatan burung, jika ingin diperlombakan maka juga mempengaruhi kicauannya. Jenis pakan yang diberikan harus sesuai dengan habitatnya yaitu hutan.

Contohnya seperti ulat Jerman, jangkrik, capung hingga buah-buahan. Namun jika ingin meningkatkan kualitas suaranya perlu diberikan voer dengan merk terbaik. Perhatikan kandungan protein voer, sebaiknya dipilih yang lebih tinggi.

Jadwal pemberian pakan bisa disesuaikan, misalnya pada saat pagi hingga sore berikan 5 ekor jangkrik. Sebagai tambahan, berikan 1 sendok teh kroto atau bisa juga diganti dengan 4 ekor jangkrik.

Kroto ini bisa diberikan maksimal 2 kali dalam satu minggu. Sedangkan untuk buah juga bisa divariasikan dan tidak setiap hari misalnya 3 kali dalam seminggu. Ketika burung sedang drop bisa tambahkan porsi makanannya.

Perawatan ini sangatlah penting karena sangat mempengaruhi kemauan tledekan untuk berkicau. Salah dalam merawat membuat mereka tetap diam dan tidak mau berkicau dan lemas.

Cara Memilih Burung Tledekan yang Bagus

burung tledekan
Image: gogoleak.wordpress.com

Sebelum memelihara tentunya diperlukan untuk memilih manakah jenis burung yang kualitasnya bagus. Setidaknya burung tledekan dalam keadaan sehat dan memiliki bibit bagus dalam kicauan.

Walaupun burung ini mudah jinak, tetapi ia tidak mudah dalam beradaptasi. Akan lebih baik jika memilih burung yang dari awal tidak stress. Berikut ini beberapa cara memilih dengan memperhatikan berbagai macam faktor.

1. Memperhatikan bentuk fisik

Cara pertama yang paling mudah adalah melalui fisik sang burung. Ciri utama burung yang sehat akan tampak dari warna bulunya. Bulu yang sehat terlihat mengkilap dan tidak rontok. Hindari membeli yang bulunya kusam dan tampak berantakan.

Bentuk fisik yang lainnya adalah paruh haruslah berbentuk belimbing dan juga tebal. Tubuh burung biasanya panjang dengan kepala besar yang ceper. Leher burung lebar apalagi jika ketika aktif bergerak ngobra.

Mata burung juga terlihat jernih tidak berair dengan penampakan belo atau melotot.

2. Memperhatikan perilaku burung

Setelah mengamati bentuk fisik, saatnya memperhatikan perilakunya. Biasanya burung yang sehat akan rajin berbunyi apalagi di siang hari dan di dekatnya terdapat jenis burung lainnya.

Pernapasannya akan panjang dengan suara yang rapat dan kencang. Suara yang kencang pun akan terdengar vibrasinya. Mendengar dari suaranya akan sangat terasa manakah burung yang memiliki bakat untuk pemasteran.

Baca Juga  Burung Parkit : Jenis, Harga dan Tips Merawatnya

3. Memperhatikan mental burung

Perilaku burung saat berkicau menandakan mereka sehat dan siap untuk pemasteran. Namun perhatikan juga perlilakuknya yang bisa menentukan apakah mentalnya sehat. Mental sangat penting diperhatikan jika berencana diperlombakan.

Burung tledekan yang mentalnya sehat justru tampak tenang tidak gelisah. Pada saat didekati mereka tidak menggelepar-gelepar artinya tidak ketakutan.

Apabila didekatkan dengan burung tledekan lainnya mereka akan berdiri tegak seperti akan menyerang. Ini justru memperlihatkan mental yang kuat.

Usia tledekan sendiri bisa mencapai tujuh tahun jika memilih bibit yang bagus dan melakukan perawatan yang benar. Jika berencana untuk mengembangbiakannya ada beberapa hal yang perlu dipelajari khususnya dalam memelihara anakan burung.

Anak burung yang baru saja menetas 6 hingga 12 hari bisa dirawat secara terpisah dengan induknya. Cukup buat inkubasi dengan pencahayaan 5 watt dan memberikan makan berupa voer serta kroto yang ditambahkan air hangat.

Ketika berusia 15 hari, burung bisa dipasang ring dan jika berusia 20 hari ke atas bisa dipasarkan. Perawatannya yang cukup mudah asal telaten ini membuat pemilik burung tidak merasa kesulitan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *