Daur Hidup Belalang

Daur Hidup Belalang : Reproduksi, Siklus dan Jenisnya

Posted on

Daur Hidup Belalang – Setiap makhluk hidup pasti memiliki fase dan proses kehidupan yang berbeda, tidak terkecuali siklus kehidupan yang terjadi pada hewan. Dalam hal ini, salah satu yang menarik diketahui adalah siklus hidup belalang yang sangat simpel. Sedangkan penjelasan selengkapnya adalah sebagai berikut.

Belalang Salah Satu Jenis Serangga

belalang

Belalang adalah salah satu hewan yang berasal dari subordo Caelifera dan masuk dalam ordo Orthoptera. Sebagai salah satu jenis serangga, belalang memiliki antena yang panjangnya hampir selalu lebih pendek dari tubuh belalang.

Belalang selain mempunyai antena yang pendek, juga memiliki ovipositor yang pendek pula. Hewan ini dapat memunculkan suara yang muncul dari kepakan sayap saat terbang.

Secara ilmiah, kepakan sayap belalang bisa mengeluarkan suara akibat belalang menggosokkan femur belakangnya pada sayap depan. Meskipun belalang memiliki sayap, tidak semuanya bisa digunakan untuk terbang.

Belalang memiliki femur belakang yang kuat sehingga dapat digunakan untuk melompat. Secara ukuran, belalang betina akan lebih besar jika dibandingkan dengan belalang jantan.

Reproduksi Belalang

Reproduksi Belalang

Belalang melakukan reproduksi secara generatif. Karena belalang jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil daripada belalang betina, maka dalam hal ini belalang jantan akan berada di atas punggung belalang betina saat membuahi.

Setelah berhasil, maka akan terjadi proses kopulasi ditandai dengan penyaluran sperma ke dalam tubuh belalang betina. Karena belalang berkembangbiak dengan cara bertelur, maka setelah terjadi pembuahan, belalang akan menghasilkan telur.

Baca Juga  Hamster Campbell : Habitat, Karakter dan Makanannya

Pada umumnya belalang akan bertelur sebanyak 10-300 buah telur. Telur belalang berbentuk butiran butiran kecil dan keras. Belalang memiliki siklus bertelur yang sangat cepat. Proses bertelur akan dilakukan setiap 3-4 hari sekali.

Telur-telur yang sudah dihasilkan akan ditaruh di dalam tanah atau biasanya berada di bawah tumpukan daun-daun yang telah gugur.

Proses Daur Hidup Belalang

Proses Daur Hidup Belalang

Sebagaimana dijelaskan bahwa belalang mengalami daur hidup sebagaimana makhluk yang lain. Sedangkan untuk mengetahui daur hidup belalang secara lengkap, Anda dapat membacanya pada ulasan berikut.

* Proses Menghasilkan Telur

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, setelah melakukan proses perkawinan dan pembuahan maka daur hidup belalang betina akan menghasilkan telur. Telur-telur ini akan diletakkan di berbagai tempat oleh induk betina. Umumnya telur akan diletakkan di tanah atau dedaunan.

Apabila belalang tinggal di wilayah subtropis maka induk belalang akan meletakkan telurnya di dalam tanah dengan kedalaman 4 cm. Hal tersebut dilakukan induk betina agar telur tetap berada di suhu yang hangat. Suhu hangat diperlukan agar telur tidak rusak saat pergantian musim.

Tiap belalang memiliki waktu untuk menetaskan telur yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi lingkungan. Apabila belalang berada di wilayah tropis maka telur akan cepat menetas. Sebaliknya, jika berada di wilayah subtropis maka telur akan menetas lebih lama.

* Telur menjadi nimfa

Setelah menetasnya telur, maka daur hidup belalang akan terbentuk nimfa. Nimfa ini adalah belalang kecil yang belum mempunyai sayap dan alat reproduksi. Nimfa biasanya akan berwarna putih. Warna putih akam berubah menjadi coklat atau kehijauan ketika terkena sinar matahari.

Nimfa pada tahapan metamorfosis akan terjadi dalam kurun waktu 25 sampai 40 hari. Selama proses ini nimfa hanya akan memakan daun-daun muda. Berbeda dengan makanan belalang dewasa seperti daun rumput, kulit kayu, gulma, bunga dan biji tanaman lain.

Nimfa juga akan mengalami pertumbuhan dan berganti kulit sebanyak 4 sampai 6 kali bergantung pada suhu dan kelembaban lingkungan.

Baca Juga  Daur Hidup Katak: Jenis, Manfaat dan Perbedaannya

* Menjadi belalang dewasa

Siklus hidup belalang yang terakhir adalah saat menjadi belalang dewasa. Belalang dewasa akan siap bereproduksi dan menghasilkan telur. Setelah 25-40 hari dari penetasan telur, nimfa muda akan mampu mengepakkan sayap sepenuhnya dan menjadi belalang dewasa.

Saat dewasa, belalang akan memiliki kemampuan atau kesiapan bereproduksi. Belalang hanya membutuhkan waktu 15-30 hari setelah berhasil mengepakkan sayap lalu siap bereproduksi. Hal ini disebabkan karena belalang dewasa jauh lebih aktif dan mudah berpindah-pindah tempat.

Dari proses daur hidup belalang tadi, keseluruhan metamorfosis belalang membutuhkan waktu kurang lebih 11 sampai 12 bulan.

Jenis-jenis Belalang

Jenis-jenis Belalang

Belalang meskipun tampak sama, namun ternyata memiliki banyak jenis yang berbeda-beda. Anda penasaran apa saja jenis-jenis Belalang? Yuk simak penjelasannya!

* Belalang Kayu

Belalang kayu memiliki warna yang tampak seperti kayu yaitu kecoklatan. Belalang kayu memiliki ukuran tubuh sekitar 85mm saat dewasa. Warna kecoklatan pada tubuh belalang akan muncul saat belalang beranjak dewasa.

Biasanya, pergantian warna ini akan terjadi pada saat musim dingin tepatnya saat proses hibernasi belalang sedang berlangsung. Tempat tinggal belalang ini tepatnya di semak-semak atau pohon. Seperti belalang pada umumnya, belalang kayu juga memakan dedaunan.

Belalang kayu tergolong dalam kelas famili Acrididae, dan mempunyai ciri khusus berupa antena yang pendek dan alat pendengaran atau tympani sebagai segmen pertama abdomennya.

* Belalang Sembah

Belalang sembah atau yang juga dikenal sebagai belalang sentadu merupakan salah satu spesies belalang lainnya. Belalang sembah masuk ke dalam ordo mantodea.

Uniknya, belalang sembah juga memiliki sebutan khusus sebagai serangga yang sedang berdoa (praying mantis). Istilah praying mantis ini diberikan karena bentuk tubuhnya yang mirip seperti orang berdoa.

Terdapat banyak sekali spesies yang masuk dalam kategori belalang sembah. Tepatnya ada sekitar 2000 spesies belalang sembah dan ia masuk dalam 9 family yang tersebar di seluruh dunia. Di Indonesia, spesies belalang sembah yang paling terkenal adalah jenis Hierodula Vitrea.

* Belalang Italia.

Belalang italia berciri khas dengan antena yang pendek. Warnanya hampir mirip dengan belalang batu. Hanya saja belalang italia memiliki perpaduan warna coklat hitam dan bukan abu-abu hitam.

Meskipun berbeda warna, antara keduanya memiliki siklus hidup belalang yang sama. Belalang ini berasal dari Asia Tengah dan bukan dari Italia seperti namanya.

Dari Asia Tengah, persebaran belalang dengan nama latin Calliptamus Italicus ini menuju ke daerah Afrika Utara hingga ke wilayah Eropa.

Baca Juga  6 Fakta Menakjubkan Beruang Kutub sebagai Mamalia Laut

* Belalang hijau.

Belalang hijau merupakan belalang yang banyak terdapat di Indonesia. Belalang dengan sebutan lain Atractomorpha crenulata ini termasuk ke dalam ordo Orthoptera. Seperti namanya, belalang warna ini berwarna hijau.

Sayangnya, belalang jenis ini termasuk sebagai salah satu jenis hama tanaman padi. Tidak mengherankan jika belalang jenis ini sangat dibenci petani. Belalang hijau memiliki caput, torak, dan abdomen pada bagian tubuhnya.

Bagian-bagian tersebut bisa merubah warna tubuh belalang menjadi kecoklatan. Perubahan warna yang terjadi pada tubuh belalang ketika suhu lingkungan mulai tinggi atau saat musim panas. Semakin panas suhu lingkungan maka akan semakin coklat perubahan warna tubuh belalang.

* Belalang Batu

Belalang batu menjadi satu-satunya jenis belalang yang memiliki penampilan menakjubkan. Belalang batu memiliki visual yang indah dan memukau. Warna tubuh belalang batu yaitu abu-abu dilengkapi dengan bercak-bercak hitam sehingga tampak seperti batu.

Warna seperti ini pun juga merata pada tubuh belalang batu secara keseluruhan mulai dari toraks, mata, sampai abdomen dan sayap. Perpaduan warna yang luar biasa membuat belalang batu nampak sempurna dibandingkan jenis belalang yang lain.

Belalang batu dewasa panjangnya bisa mencapai 2,5 cm. Sayangnya, perlu usaha ekstra untuk menemukan jenis ini di alam karena miripnya warnanya dengan batu dan kayu.

* Belalang Kaki Merah

Belakang kaki merah tidak termasuk dalam serangga yang hidup di Indonesia. Belalang dengan nama ilmiah Melanoplus femurrubrum ini termasuk hama pertanian di Meksiko, Amerika dan Kanada.

Ciri-ciri yang dimiliki oleh belalang kaki merah diantaranya adalah memiliki punggung berwarna merah kecoklatan dan berwarna kuning kehijauan pada bagian perut. Selain itu kaki belakangnya berwarna merah dan panjang tubuhnya sekitar 1,7 sampai 3 cm saat dewasa

* Belalang Cina

Belalang cina memiliki nama ilmiah Acrida Cinerea. Belalang jenis ini belum banyak dikenal orang. Ia memiliki bentuk kepala yang panjang ke atas.

Apabila diperhatikan secara seksama, serangga ini diberi nama belalang cina karena mempunyai fisik yang hampir mirip dengan pakaian perang Cina kuno.

Nah, itu tadi proses daur hidup belalang beserta jenis-jenisnya. Meski belalang bukan salah satu hewan yang banyak dibudidayakan atau dipelihara, namun beberapa informasi di atas pada dasarnya cukup penting untuk menambah wawasan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *