Ikan Blue Elektrik

Berencana Budidaya Ikan Blue Elektrik? Intip Dulu Caranya

Posted on

Ikan Blue Elektrik – Budidaya ikan hias memang lebih mudah dibandingkan dengan ikan yang digunakan untuk konsumsi harian. Tak butuh banyak lahan dan perawatannya relatif mudah. Tapi untuk jenis ikan seperti blue electric dibutuhkan pemeliharaan yang ekstra.

Ikan blue elektrik yang memiliki nama ilmiah Sciaenochromis fryeri ini memiliki banyak julukan seperti Electric Blue Cichlid dan Electric Blue Hap. Ikan yang berasal dari danau terbesar di Afrika ini memiliki harga yang mahal.

Penasaran bagaimana cara untuk membudidayakan ikan berwarna biru yang menarik ini? Yuk cari tahu bagaimana caranya.

Ciri dan Karakter Ikan Blue Elektrik

Ciri dan Karakter Ikan Blue Elektrik
Image: Wikipedia.

Bagi para pemula yang belum mengenal ikan ini sebaiknya hindari untuk coba-coba membudidayakannya. Ikan ini tak mudah dibudidayakan oleh pemula. Ciri dari ikan ini adalah memiliki warna biru elektrik yang mendominasi.

Sebagai ikan hias, ikan ini ukurannya cukup besar yaitu memiliki panjang sekitar 15 cm. Karakter dari si blue elektrik ini adalah memiliki sifat yang agresif. Jika sifat agresifnya muncul maka mereka bisa memakan ikan kecil lainnya.

Baca Juga  Selain Ikan Oscar Albino, Ini Jenis Oscar Cantik Lainnya

Melihat karakternya yang agresif ini membuat pembudidayaan tidak bisa dilakukan sembarangan. Jika kamu hanya sekedar ingin memeliharanya maka tidak terlalu sulit. Kamu bisa menggunakan akuarium yang khusus dan tidak mencampurkan ikan ini dengan lainnya.

Pemeliharaannya juga sama seperti ikan lainnya, yaitu pemberian pakan rutin, menjaga suhu air agar tetap hangat dan gunakan filter air. Selalu kuras air dengan menggantinya setiap minggu sebanyak 10 hingga 15%.

Teknik Membudidayakan Ikan Blue Elektrik

Teknik Membudidayakan Ikan Blue Elektrik
Image: tfhmagazine.com

Pemeliharaan ikan ramirezi blue elektrik cukup mudah jika hanya sekedar untuk hobi, tetapi berbeda jika ingin membudidayakannya.

Mulai dari pemilihan bibit, penempatannya, pemijahan, pemberian pakan hingga pemeliharaan ikan yang masih kecil. Ada beberapa teknik yang harus diperhatikan dalam prosesnya. Apa saja itu?

1. Persiapan Akuarium Ikan

Tempat tinggal ikan atau akuarium adalah hal pertama yang harus dipersiapkan bahkan sebelum membeli bibit. Karena air yang dimasukan ke dalam akuarium bahkan ukurannya tidak bisa dipilih sembarangan.

Khusus akuarium untuk budidaya ikan pilih yang ukurannya bisa menampung 20 galon air untuk satu pasangnya. Jika ingin memelihara lebih dari satu pasang maka tinggal dikalikan saja. Namun pada umumnya ikan hanya bisa diletakkan dua pasang dalam satu akuarium.

Kemudian akuarium harus dibuat mirip seperti habitat aslinya yaitu memiliki banyak bebatuan dan gua untuk tempat bersembunyi. Berikan juga tanaman-tanaman karena danau biasanya memiliki banyak sekali tanaman rumput air.

Kemudian selain ukuran dan dekorasi, sediakan juga air yang memiliki pH antara 7 hingga 8. Hindari ukuran di bawah angka tersebut karena sifatnya asam. Kemudian untuk suhu air sendiri harus memiliki temperatur 22 hingga 27 derajat Celcius.

Suhu ini harus terus dijaga karena ikan sangat sensitif dengan suhu air yang berubah, khususnya untuk anakan ikan. Untuk mendapatkan suhu yang tepat, satu hari sebelum memasukan bibir ikan, tuang terlebih dahulu air ke dalam akuarium.

Diamkan air selama semalaman dan baru keesokan harinya ikan bisa dimasukkan. Pastikan bebatuan yang diberikan adalah pasir aragonite karena di situlah nanti ikan betina akan bertelur.

2. Pemilihan dan Penempatan Bibit Ikan

Berbeda dengan ikan hias lainnya yang biasanya bisa memilih beberapa ikan jantan dan betina untuk langsung dimasukkan ke dalam akuarium. Ikan ini harus dipilih langsung sepasang dan dimasukkan ke dalam akuarium.

Bisa juga dengan memasangkan satu ikan jantan dan dua atau tiga ikan betina. Dengan begitu ikan jantan akan memilih manakah pasangan yang cocok. Untuk bibit ini selalu perhatikan kualitas kesehatannya.

Mata ikan harus jernih dan tampak sehat kemudian ikan juga memiliki bentuk tubuh yang padat tidak terlihat lemas. Karena ikan ini agresif maka lebih mudah untuk dilihat manakah ikan yang sehat.

Kemudian untuk kombinasi pasangan jangan masukan dua ikan jantan ke dalam satu akuarium. Karena mereka hanya akan saling menyerang dan memperebutkan wilayah kekuasaan. Sehingga pembudidayaan pun akan gagal.

Cara untuk membedakan ikan betina dan jantan adalah dari bentuk tubuhnya. Ikan jantan memiliki ukuran lebih besar dibandingkan betina. Selain itu warna tubuh ikan jantan adalah biru elektrik di sekujur tubuhnya dengan tambahan garis vertikal berwarna gelap.

Ikan jantan juga memiliki warna kuning di bagian sirip analnya, ada juga yang berwarna merah atau orange. Ikan betina memiliki ciri berwarna perak dan terdapat garis vertikal samar. Pada saat dewasa, ikan betina akan berubah warnanya menjadi lebih redup.

Baca Juga  Ikan Zebra: Ciri dan Cara Memelihara Dengan Benar

3. Pengaturan Suhu Akuarium

Suhu akuarium harus tetap terjaga dan jangan gunakan akuarium yang baru saja dibuat. Karena akuarium baru memiliki sampah organik rendah. Adanya sampah ini akan membuat ikan sakit dan mati.

Oleh karena itu air harus stabil suhunya dan suhu ini juga akan yang akan mempercepat proses pemijahan ikan. Suhu yang dibutuhkan adalah 25 hingga 27 derajat Celcius dengan Ph 7-8.

Gerakan air juga seharusnya tenang, jadi tidak dibutuhkan penggerak air. Karena pada habitat aslinya, ikan ini membutuhkan air yang tenang atau memiliki pergerakan lambat sehingga mereka merasa aman.

4. Pemijahan Ikan Blue Elektrik

Inilah yang menjadi tantangan terbesar dari ikan blue elektrik. Proses pemijahan mereka tidaklah mudah karena tergantung dari banyak aspek. Mulai dari air hingga pemilihan pasangan.

Banyak yang sering gagal dalam proses ini karena ikan tidak cocok dengan pasangannya. Tingkat kesulitan pemijahan yang tinggi inilah membuat harga ikan hias yang satu ini sangat mahal.

Untuk pemijahan mudah, peliharalah ikan dari usia remaja. Karena usia ini mereka akan mencari pasangan dan hidup berkelompok. Dari usia remaja, ikan akan mencari pasangan dan kemungkinan berhasil budidayanya lebih tinggi.

Ikan ini adalah jenis ikan monogami, jadi proses untuk pemijahannya cukup sulit karena harus mendapatkan pasangan yang tepat. Selain itu ikan juga harus dalam keadaan sehat dan tidak memiliki masalah kesuburan supaya lebih mudah menghasilkan telur.

Apabila mereka sudah mendapatkan pasangan yang cocok dan perawatannya tepat maka mereka akan bisa langsung kawin dan masuk ke masa produksi telur.

5. Pemberian Pakan pada Ikan

Pembudidayaan hewan tidak pernah terlepas dari pakan. Untungnya ikan yang satu ini adalah jenis ikan omnivora. Tapi tetap harus diperhatikan soal dietnya dan pemberian makanannya harus diatur.

Nafsu makan ikan akan hilang jika mereka terlalu sering dipindahkan ke akuarium dengan air yang baru. Biasanya mereka tidak mau makan sehingga perlu dibujuk dengan pemberian jentik nyamuk.

Namun jika ikan sudah pulih nafsu makannya, bisa langsung diberikan makanan lain seperti pelet. Ikan ini bisa diberikan beberapa jenis pakan ikan lainnya. Pada proses pemberian makan perlu pengawasan khusus ikan jantan karena mereka lebih lambat bergerak.

Pastikan semua ikan selalu makan dan kenyang sehingga tidak ada yang kelaparan. Jadi selalu sediakan pakan yang cukup.

6. Pemisahan Induk dan Anakan Ikan

Ikan yang sudah berhasil menetaskan telurnya akan menyimpan anakannya ke dalam mulut. Nah ketika proses ini berlangsung, segera pindahkan ikan indukan ke akuarium yang terpisah.

Pastikan juga bahwa akuarium sudah disesuaikan dengan akuarium seperti pertama kali pembibitan. Biarkan agar anak ikan berada di dalam mulut induknya selama 2 hingga 3 minggu.

Nantinya anakan ikan akan keluar sendiri dari mulut induknya. Jika anakan sudah keluar, kembalikan induknya ke akuarium utama. Tapi ada juga cara lain untuk mengeluarkan anakan dari mulut induknya.

Pertama siapkan akuarium kecil yang diisi dengan air. Kemudian jaring indukannya agar pindah ke akuarium kecil. Kemudian tangkap ikan dengan jari secara lembut agar mulut ikan terbuka dan anakan keluar. Baru kembalikan indukan ke akuarium pertama.

Anakan ikan blue elektrik yang baru saja keluar belum bisa berenang, jadi harus dipindahkan satu per satu ke dalam egg tumbler. Kemudian masukan egg tumbler ke akuarium utama hingga ikan akhirnya bisa berenang sendiri.

Tips Budidaya Ikan Blue Elektrik agar Berhasil

Tips Budidaya Ikan Blue Elektrik
Image: seriouslyfish.com

Pemula tidak tepat jika coba-coba melakukan budidaya ikan blue elektrik. Akan lebih baik jika sudah terbiasa membudidayakan ikan lainnya dan mencoba jenis ikan ini. Karena ada banyak sekali tahapan yang harus dilakukan dan cukup rumit.

Beberapa tips yang bisa diikuti supaya berhasil dalam pembudidayaan adalah sebagai berikut ini:

1. Menciptakan penyekat dalam akuarium

Supaya ikan menjadi lebih nyaman apalagi tidak bertengkar satu sama lain, berikanlah penyekat atau batasan. Tujuannya agar ketika ikan agresif mereka tidak menyerang teman atau pasangannya. Tapi perhatikan juga ruang gerak ikan harus tetap nyaman.

2. Menambahkan lebih banyak tempat bersembunyi

Pastikan bahwa memberikan tambahan tempat bersembunyi baik itu rumput air atau gua. Tujuannya adalah supaya ikan bisa bersembunyi ketika mereka mulai menjadi agresif. Ikan lain bisa bersembunyi dan menyelamatkan diri.

Baca Juga  Ikan Botia: Habitat, Jenis dan Kisaran Harganya

3. Hindari tanaman air berlebihan

Akuarium ukurannya boleh saja besar tapi perhatikan juga supaya ikan memiliki ruang gerak cukup. Jangan terlalu berlebihan memberikan tanaman air untuk persembunyian. Karena mereka tidak akan hidup dengan nyaman dan cepat mati.

4. Berikan lampu untuk menjaga suhu air

Supaya suhu air bisa tetap terjaga, berikanlah tambahan lampu. Cukup dengan menyinari akuarium dengan lampu beberapa jam sehari. Sehingga suhu air yang dibutuhkan tetap terjaga. Berikan juga akuarium filter air dan ganti setiap minggunya.

Hindari menambahkan oksigen yang membuat air semakin memiliki pergerakan yang terlalu tinggi.

Tidak mudah bukan untuk membudidayakan ikan blue elektrik, jadi jika kamu adalah pemula sebaiknya belajar dulu kepada pakarnya langsung. Supaya budidaya sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *