ikan zebra

Ikan Zebra: Ciri dan Cara Memelihara Dengan Benar

Posted on

Ikan Zebra – Bukan hanya hewan mamalia saja yang memiliki corak unik seperti cheetah, macan tutul tetapi ikan juga ada yang memiliki motif seperti zebra. Ikan dengan corak zebra ini terkenal sebagai ikan hias yang dipelihara di akuarium.

Ikan zebra juga merupakan jenis ikan yang termasuk mudah untuk dipelihara dan dibudidayakan. Jika kamu pergi ke pasar hewan, maka ikan ini pasti selalu ada. Ada banyak corak yang tersedia seperti warna hitam dan putih, warna pink dan putih serta masih banyak lagi.

Bagaimana cara memelihara ikan yang memiliki tampilan menawan ini? Yuk ikuti cara mudahnya dan lengkap di sini.

Ciri yang Dimiliki Ikan Zebra

Ciri yang Dimiliki Ikan Zebra

Supaya tidak salah dalam memilih ikan, kamu harus tahu ciri dari ikan zebra ini. Ikan ini berasal dari India Timur dan banyak hidup di kawasan sungai Gangga. Habitatnya seperti parit di swash, kanal, hingga sungai yang memiliki arus lambat.

Bagi penghobi ikan hias pasti tidak akan melewatkan ikan yang satu ini. Karena bukan hanya coraknya saja yang menarik. Dilihat dari motifnya, garis yang terdapat di sepanjang tubuh ikan ini berbentuk mendatar dan biasanya memiliki warna biru atau ungu.

Ukuran ikan sendiri sangat kecil, ikan dewasa bisa memiliki panjang tubuh sekitar lima cm. Walaupun kecil usia mereka cukup lama yaitu bisa hingga 25 tahun. Satu hal yang memudahkan ikan ini dipelihara adalah jenis pakannya yang sangat mudah.

Baca Juga  Ikan Botia: Habitat, Jenis dan Kisaran Harganya

Makannya adalah pelet, kutu air, udang laut hingga cacing darah. Ikan ini sangat aktif berenang dan agar tidak mengganggu geraknya sebaiknya pilih akuarium yang tidak terlalu banyak hiasan.

Si kecil zebra memiliki nama ilmiah Brachydanio reno dan lebih sering disebut dengan danio. Apabila dibudidayakan, ikan ini hanya butuh waktu tiga bulan untuk dikembang biakkan.

Dilihat dari siklus hidupnya, ikan ini berawal dari embrio dan berubah menjadi larva baru menjadi ikan dewasa. Biasanya mereka hidup berkelompok, jadi jika membelinya pastikan membeli dalam jumlah banyak.

Cara Memelihara dan Budidaya Ikan Zebra dengan Benar

Cara Memelihara ikan zebra

Di antara semua warna ikan jenis zebra, ikan zebra pink adalah yang paling disukai. Karena warnanya yang cenderung unik dan berbeda dengan ikan sejenis berwarna hitam atau kuning. Ditambah lagi cukup jarang ikan berwarna pink dengan garis warna putih.

Bagi kamu yang ingin memelihara atau membudidayakan ikan zebra sebaiknya ikuti beberapa cara berikut ini.

1. Memperhatikan dan Mempersiapkan Akuarium

Baik untuk memelihara sebagai hobi atau berencana membudidayakan, akuarium adalah hal pertama yang harus dipertimbangkan. Uniknya, ikan ini ketika dewasa bisa dicampur dengan ikan jenis lainnya yang bersifat sama.

Kamu bisa mencampurkan ikan zebra dengan ikan lainnya. Untuk akuariumnya sendiri hal pertama yang harus diperhatikan adalah ukuran. Pilih akuarium dengan ukuran besar dan memiliki kapasitas 40 liter.

Setelah itu tambahkan juga filter air, khusus untuk ikan zebra pink kamu harus menambahkan pemanas. Tujuannya agar suhu air tetap terjaga dengan baik dan kesehatan ikan optimal.

Kemudian siapkan juga natrium tiosulfat yang fungsinya untuk menghilangkan klorin dalam air. Larutkan terlebih dahulu ke dalam air sebelum ikan dimasukkan. Kemudian untuk menghias akuarium tambahkan pasir atau kerikil setebal ½ cm.

Ikan zebra sangat suka bersembunyi di kerikil. Kemudian baru masukan air yang sudah dilarutkan dengan natrium tadi dan diamkan selama semalaman. Air juga harus dijaga pH nya jangan sampai terlalu tinggi, angka pH yang baik adalah tujuh.

2. Cara Memasukkan Ikan Zebra ke dalam Akuarium

makanan ikan zebra
Image: Wikipedia

Saatnya untuk memasukkan bibit ikan ke dalam akuarium yang sudah didiamkan selama 24 jam. Untuk bibit sendiri, kamu harus memilih ikan yang benar-benar sehat dan tidak memiliki penyakit. Hal ini bisa dilihat dari kelincahan ikan saat berenang dan matanya tampak segar.

Kemudian jumlah ikan yang dimasukkan ke dalam akuarium juga harus dibatasi supaya ruangan tidak terlalu sesak. Ikan juga akan lebih mudah berinteraksi dengan sesamanya. Jika ingin dikembangbiakkan, masukkan enam ikan yang memiliki jenis kelamin berlawanan.

Bisa memasukkan 3 ekor ikan betina dan 3 ekor ikan jantan. Cara membedakan ikan jantan dan betina adalah garisnya. Ikan jantan memiliki ciri terdapat garis kuning di bagian tubuhnya walaupun warnanya berbeda-beda.

Sedangkan ikan betina tidak memiliki ciri tersebut dan biasanya ikan jantan memiliki bentuk tubuh yang lebih besar. Ketika membawa ikan jangan terlalu lama dibiarkan di dalam kantong plastik walaupun sudah diberikan oksigen.

Ikan hanya mampu di dalam kantong plastik tidak lebih dari 8 jam. Jadi sebaiknya belilah ikan setelah kamu selesai menyiapkan akuarium dan mengisinya dengan air satu hari sebelumnya. Sehingga ikan yang sudah dibeli bisa langsung dimasukkan ke dalam akuarium.

Setelah dipindahkan, kantong plastik mengandung ammonium sehingga harus segera dibuang. Kamu tak perlu bingung untuk mengawinkan ikan, karena mereka bisa berkembang biak sendiri tanpa harus dibantu untuk mencari pasangannya.

Sayangnya ikan zebra suka sekali memakan anaknya, jadi nanti setelah telur menetas sesegera mungkin harus dipisahkan dari induknya.

Baca Juga  Selain Ikan Oscar Albino, Ini Jenis Oscar Cantik Lainnya

3. Cara Memisahkan Telur Ikan Zebra

Supaya ikan zebra tidak langsung memakan anaknya, kamu harus menyiapkan tanaman untuk tempat ikan bertelur. Tanaman ini juga akan membantu agar ikan tidak melihat telur mereka dan langsung memakan anaknya setelah menetas.

Setelah ikan betina terlihat perutnya membesar kamu harus rutin untuk memperhatikan bagian daun-daun tersebut. Jika ikan sudah bertelur, kamu bisa mengambil telurnya dan memindahkan langsung ke aquarium lain.

Pastikan akuarium penetasan juga sudah dijaga suhu airnya dan didiamkan selama semalam. Selain itu rajinlah untuk membersihkan akuarium setidaknya setiap hari. Cek selalu filter air dan menggantinya dengan yang baru.

Kamu bisa mengganti air akuarium sambil menguras sebanyak 10 hingga 15 persen. Hindari untuk memindahkan ikan pada saat proses pengurasan karena hanya akan membuat ikan menjadi stress.

4. Pemeliharaan larva

Jaga telur yang sudah dipindahkan, karena biasanya telur ikan akan menetas setelah 24 jam setelah sang induk bertelur. Ketika telur menetas maka yang muncul bukan ikan tetapi bentuk larva, karena bentuknya inilah yang membuat induk memakan anaknya.

Ikan dari bentuk larva lama kelamaan akan berubah dan terlihat setelah 7 hari mereka bisa berenang. Suhu akuarium yang ideal juga harus diperhatikan yaitu 18 hingga 24 derajat celcius.

Apabila larva sudah bisa berenang kamu harus mulai mengganti air dan penggantian dilakukan secara bertahap. Karena larva sangat sensitif dengan benda asing yang masuk ke habitatnya. Mereka lebih mudah stress dibandingkan ikan dewasa.

5. Pemberian Pakan Rutin

Makanan ikan zebra harus diberikan secara rutin. Sama halnya manusia, ikan juga membutuhkan makanan untuk bertahan hidup. Jenis makanan yang bisa diberikan adalah artemia, infusoria, dan rotifera.

Semua jenis makanan ini adalah hewan mikroskopis dan memang digunakan sebagai pakan ikan. Jenis makanan ini bisa diberikan untuk larva ikan zebra dan ketika dewasa kamu baru bisa memberikannya makan berupa cacing sutera.

Mudah bukan proses untuk memelihara dan budidaya ikan hias zebra ini. Pakan mudah dan mereka termasuk jenis ikan yang tahan terhadap penyakit. Memelihara ikan juga juga bukan sekedar hobi tetapi juga mencegah kepunahan dari jenis ikan zebra.

Jika ingin memelihara sebagai hobi, ikan ini bisa dicampur dengan ikan botia, ikan neon tetra, ikan lemon, ikan molly dan masih banyak yang lainnya. Hindari untuk menggabungkan ikan ini dengan jenis ikan hias yang ganas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *