daur hidup kupu kupu

Penjelasan Siklus Kupu Kupu dari Telur hingga Dewasa

Posted on

Siklus Kupu Kupu – Kupu-kupu salah satu serangga dengan sayap berwarna-warni dan sangat cantik. Serangga cantik ini memiliki ribuan jenis warna ini bahkan menjadi serangga yang dimuseumkan karena coraknya.

Keindahannya membuat kupu-kupu sering dijadikan simbol kebebasan wanita. Dalam mata pelajaran Biologi saat SD atau SMP selalu diperkenalkan yang disebut dengan metamorfosis kupu-kupu.

Metamorfosis inia dalah siklus kupu kupu dalam berkembang. Siapa yang menyangka bahwa serangga indah ini awalnya adalah ulat loh. Bagaimana metamorfosis kupu-kupu? Yuk lihat empat tahapannya berikut ini.

Ciri-Ciri dan Perilaku Kupu Kupu

Ciri-Ciri dan Perilaku Kupu Kupu

Serangga yang indah ini bukan hanya memiliki ciri sayap dengan warna dan motif menarik saja. Kupu-kupu memiliki ciri yaitu memiliki kulit dari kitin. Mereka bernapas menggunakan Trakea dan hanya aktif di siang hari.

Kupu-kupu memiliki tiga pasang kaki dan telapak kakinya sangat halus. Mereka adalah serangga penghisap nektar bunga sebagai makanannya. Seekor kupu-kupu memiliki mata majemuk yang sama seperti lalat.

Bagian perutnya terdapat abdomen dan ukuran sayap mereka ternyata lebih besar dibandingkan dengan ukuran tubuhnya. Pada saat malam hari, ketika beristirahat mereka akan menegakkan sayap.

Baca Juga  Siklus Hidup Lalat: Daur Hidup dan Faktor Hidupnya

Apabila dilihat dari perilakunya, serangga yang aktif hanya di siang hari ini bisa terbang 2 sampai 3 meter di udara. Ukuran yang cukup tinggi, mereka yang memiliki sayap besar bisa terbang paling tinggi.

Kupu-kupu adalah serangga individual, di mana mereka akan hidup dan mencari makan sendiri. Hanya pada saat musim kawin saja mereka akan berkumpul. Pada musim kawin, kupu jantan akan membasahi kupu betina.

Dari sinilah proses metamorfosis berawal, yaitu kupu betina akan mengeluarkan telur di daun. Inilah fase pertama dalam siklus hidup kupu kupu. Selain nektar bunga, makanan kupu-kupu adalah sari buah-buahan.

Bahkan beberapa jenis kupu ada yang memakan tanah basah, ada pula yang memakan bangkai hewan.

Empat Tahapan Siklus Kupu Kupu

Empat Tahapan Siklus Kupu Kupu

Metamorfosis sebenarnya tak hanya terjadi pada kupu-kupu saja melainkan juga pada hewan lainnya. Ada dua jenis metamorfosis yaitu sempurna yang disebut dengan holometabola.

Yang membedakan dari keduanya adalah pada prosesnya. Metamorfosis sempurna memiliki bentuk berbeda pada saat fase pipa dengan dewasa. Biasanya akan terdapat fase kepompong.

Siklus kupu-kupu sendiri termasuk yang sempurna dengan melalui empat tahapan yaitu telur, larva, pupa dan terakhir adalah dewasa. Masing-masing tahapannya ini memiliki tujuan berbeda-beda.

Waktu metamorfosis kupu-kupu sendiri bisa mencapai sekitar satu bulan. Dari masing-masing fase tersebut, berikut ini penjelasan yang bisa dijabarkan.

1. Fase Pertama, Telur

Kupu-kupu betina yang sudah dibuahi oleh jantan biasanya akan memilih daun untuk bertelur. Bentuk dari telur kupu-kupu adalah kecil, lonjong dan ada yang bulat bahkan silinder.

Bentuk dari telurnya ini tergantung dengan jenis kupu-kupu, jadi bisa berbeda-beda. Biasanya kupu-kupu akan meletakkan telurnya di atas daun, lebih tepatnya di bagian ujung.

Waktu menetas telur biasanya sekitar tiga hingga lima hari. Mereka hanya akan memilih ranting daun yang disukainya dan biasanya daun tersebut masih bagus atau segar

2. Fase Kedua, Larva

Ulat atau larva ini adalah telur yang sudah menetas. Ulat akan keluar dari cangkang telur dan mereka akan hidup dengan memakan daun-daun di sekitarnya. Ulat kupu-kupu juga akan masuk ke tahapan pergantian kulit sebanyak lima hingga enam kali.

Tubuh ulat ini ukurannya sangat kecil jadi mereka hanya bisa makan daun yang terjangkau saja Jika mereka sudah kenyang karena sering makan dan terus menerus tumbuh maka akan masuk ke fase ketiga yaitu kepompong.

Baca Juga  Daur Hidup Nyamuk: Siklus, Perilaku dan Cara Membasminya

3. Fase Ketiga, Kepompong

Pupa atau kepompong adalah fase yang paling banyak dikenali. Pada fase ini kupu-kupu yang tadinya berbentuk ulat menjadi kepompong. Ulat yang sudah memiliki berat maksimal akan berubah menjadi pupa dengan sendirinya.

Warna kepompong sendiri juga akan berbeda-beda tergantung sesuai dengan jenis kupu. Pada kepompong yang berwarna putih bahkan transparan akan terlihat jelas bagaimana ulat berubah kembali.

Ulat di dalam kepompong akan berubah dan mengalami transformasi. Proses inilah yang disebut dengan metamorfosis. Bentuk tubuh atau badan ulat serta jaringan-jaringan di dalamnya akan berubah.

Biasanya lama waktu ulat menjadi kepompong adalah 7 hingga 20 hari. Mereka tidak akan makan atau minum selama waktu tersebut. Lama waktu ini juga ditentukan sesuai dengan jenisnya.

4. Kupu-kupu

Tepat sebelum kupu-kupu keluar dari kepompong, mereka akan memasuki masa imago. Masa ini adalah perubahan kepompong menjadi kupu. Sayap mereka akan basah dan berukuran kecil bahkan bentuknya sangat kusut.

Sayap mereka akan basah karena adanya cairan yang memiliki fungsi untuk membesarkan sayap mereka. Cairan yang disebut hemolymph ini akan hilang setelah kupu keluar dari kepompong.

Selama cairan membesarkan sayap kupu, maka proses pompa darah ke sayap pun juga akan berlangsung. Proses hingga mereka keluar dari kepompong biasanya selama empat jam.

Ketika mereka keluar pertama kali, sayap masih lunak dan bentuknya pun terlipat tidak bagus atau masih terlipat. Begitu keluar kepompong mereka juga tidak langsung terbang.

Kupu-kupu akan merangkak ke bagian dahan tumbuhan dan menunggu hingga tubuhnya mengering dari carian. Mereka akan mulai bisa mengepakkan sayap ketika tubuh sudah kuat.

Hal pertama yang akan dilakukan adalah terbang dan mencari nektar bunga untuk makan. Proses ini akan terjadi siang hari seperti waktu bangun mereka.

Daur hidup kupu kupu akan kembali bermula dari sini. Mereka yang sudah dewasa akan mencari pasangan dan bertelur dan begitu seterusnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *